Cara Memelihara Ikan Koi Tanpa Oksigen

Cara Memelihara Ikan Koi Tanpa Oksigen. Bisakah Anda memelihara ikan koi tanpa oksigen dari mesin Aerator? Karena suara motor blower udara sangat nyaring terutama saat diletakkan di kamar tidur pada malam hari. Nah buat anda yang sedang mencari informasi apakah ikan koi bisa dipelihara tanpa aerator,

Bagaimana cara merawat dan merawat ikan koi tanpa oksigen? Tentu tidak boleh! Tidak peduli ikan koi, manusia hanya butuh oksigen, hehehe .. maksudmu; Mungkinkah ada cara memelihara ikan koi tanpa aerator? Ya, Aerator, sebuah alat pompa udara yang fungsinya menghasilkan gelembung udara saat ditempatkan di akuarium Ikan Koi.

Cara Memelihara Ikan Koi Tanpa Oksigen

Mengapa cukup banyak peminat ikan koi terutama pemula yang ingin bisa memelihara ikan koi tanpa aerator? Tidak lain karena motor Aerator menghasilkan getaran yang cukup nyaring apalagi jika anda membeli Aerator yang murah pasti suaranya akan terdengar seperti mesin Fuso Diesel hahaha … Kalaupun beli yang mahal, motor Aerator akan bergetar Namun meskipun tidak berisik seperti yang murah.

Sebagai informasi, perangkat bernama AERATOR ini sebenarnya tidak menyemprotkan oksigen ke dalam akuarium. Melainkan memompa udara yang akan dipecah oleh batuan aerator. Jadi sebenarnya ikan koi tidak mendapatkan suplai oksigen dari aerator. Jadi, apa yang dihirup ikan koi?

Jelas dengan insangnya. Oksigen di akuarium dihasilkan dari pertukaran karbondioksida di dalam air dengan oksigen di permukaan air. Pertukaran ini akan lebih cepat dan lebih baik jika ada riak air di permukaan. Tentunya tentu saja riak atau gelombang air akan muncul di alam terbuka, seperti sungai, danau besar. Karena arus air atau angin. Namun, hal ini tampaknya tidak mungkin dilakukan di akuarium.

Oleh karena itu diperlukan aerator agar dapat menghasilkan gelembung udara, dimana gelembung udara tersebut akan pecah sehingga membuat air menjadi riak. Nah, tahukah anda prinsip kerja aerator?

Cara Memelihara Ikan Koi Tanpa Oksigen

Sekarang pertanyaannya muncul, apakah mungkin membuat riak air tanpa menggunakan aerator? Tentu bisa, ada berbagai cara untuk membuat riak air, di antaranya:

  1. Semprotkan atau air mengalir dari rumah filter

Cara paling sederhana dan paling umum digunakan oleh para penghobi koi untuk menjaga riak air di permukaan tanpa menggunakan aerator adalah dengan memanfaatkan air mengalir dari kotak filter. Caranya cukup atur ketinggian air maksimal 50% sampai 75% dari total tinggi akuarium. Sehingga dengan menggunakan pompa submersible yang memiliki daya isap sempit akan membuat aliran air yang besar ke dalam box filter. Semakin rendah air di akuarium terisi, semakin besar riak airnya

  1. Pembuat Gelombang/Wave Maker

Jika Anda memiliki dana lebih, Anda dapat menggunakan Wave Maker. Apa itu Wave Maker dan tampilannya bisa Anda baca di sini atau tonton video di bawah ini:

Sederhananya, Wave Maker merupakan alat yang biasa digunakan oleh para pecinta ikan air laut sehingga permukaan airnya memiliki riak. Seperti riak atau gelombang air di laut.

Pada cara baling-baling atau baling-baling Wave Maker diarahkan ke permukaan air, riak akan muncul. Sisi negatif dari penggunaan Wave Maker ini akan tampak seperti aliran air dan berpotensi membengkokkan tulang punggung ikan koi.

  1. Ketinggian permukaan air

Cara ini biasanya digunakan saat listrik PLN padam seperti yang dijelaskan admin disini. Tapi Anda juga bisa menggunakannya untuk setiap hari. Dimana ketinggian air hanya 30% sampai 40% dari total ketinggian akuarium. Selain itu, usahakan untuk tidak terlalu banyak memelihara ikan koi dalam 1 akuarium, agar oksigen di dalam air tetap banyak.

Memilih bibit ikan koi yang bagus pula tidak kalah berarti bagaikan langkah dini buat membudidayakan ikan koi terbaik yang di idamkan. Oleh karena itu jangan pula salah seleksi penyedia bibit ikan koi. Hendaknya cari yang baik serta percayakan saja pada JOGLO KOI FARM dengan alamat website jualikankoi. id. Sebab disini ialah penyedia ikan koi luar biasa unggulan serta dipastikan tidak mengecewakan.

JOGLO KOI FARM

Mojoroto gg 8 Barat. Kota Kediri, Jawa Timur

Hubungi:  082339754779

Cara Memelihara Ikan Koi Tanpa Oksigen

Memelihara ikan koi tanpa oksigen memang tidak mungkin, namun tanpa aerator bisa dilakukan. Setidaknya dengan penjelasan ini dimungkinkan untuk meminimalkan penggunaan aerator. Meski demikian, pihak pengelola tetap menganjurkan menggunakan aerator untuk menjaga volume oksigen di dalam akuarium.

Rudy Klawuk, petani ikan koi asal Pati, Jawa Tengah, mengatakan ikan koi menghirup air. Maka,dengan begitu harusnya, pompa udara inilah yang nantinya akan menyuplai oksigen ke kolam,dan pastikan agar harus tetap menyala agar ikan koi tetap hidup.

Karena ikan koi menghembuskan nafasnya di dasar air. Ada dua jenis ikan, yang menghirup nafas di permukaan air atau bagaimana lele dan gurame, tanpa oksigen atau listrik dapat hidup. Tapi jika ikan koi akan menggunakan pompa oksigen, mereka harus menyediakan listrik, kata Rudy Klawuk.

Terungkap bahwa ikan koi bisa bertahan maksimal 2-3 jam di kolam yang hanya berisi 1-2 ikan koi untuk satu kubus air (1000 liter air).

Jika jumlah ikan dalam satu kolam tidak terlalu banyak, bisa bertahan lebih lama. Untuk 1 kubus air yang hanya berisi 1-2 ekor ikan bisa bertahan 2-3 jam. Jadi untuk kolam seluas 2×4 meter dengan kedalaman 1 meter 8 meter kubik air (8000 liter air), dengan isi 8 sampai maksimal 15 ekor ikan, bisa bertahan 2-3 jam. Tapi tidak lebih dari itu, paling lama 2-3 jam bisa bertahan, terangnya.

Cara Memelihara Ikan Koi Tanpa Oksigen

Untuk kasus-kasus di atas, Rudy Klawuk mengajar. Pasalnya, dengan pemadaman listrik massal yang berlangsung lebih dari 8 jam, ikan koi jelas terancam punah dan bisnis akan menderita.

Menurut Rudy Klawuk, jika pelapor memiliki generator, ikan bisa diselamatkan. Namun, genset juga membutuhkan solar. Dengan pemadaman massal, sulit mendapatkan solar karena banyak SPBU yang tutup.

Kalau kemarin sudah lama padam, susah cari solusinya karena listrik mati semua. Banyak SPBU yang tutup, kata Rudy Klawuk.

Sebagai informasi, dua warga Jakarta Selatan yang menggugat PLN kehilangan borodo koi enis lokal 50 cm seberat 2 kg, 2 jenis lokal 45 cm Tancho Kohaku seberat 2 kg dan satu jenis Sanke. Ruangan 45 cm dengan berat 2 kg.

Pakar ikan koi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Haryono Boyak menjelaskan ikan koi merupakan ikan yang membutuhkan oksigen tinggi. Itulah mengapa pemadaman listrik dapat berisiko mematikan iklan koi. Semakin lama listrik mati, semakin besar resiko ikan mati.

Anda membutuhkan oksigen tinggi

Haryono Boyak menjelaskan, ikan koi termasuk famili ikan mas. Kedua ikan ini merupakan jenis ikan yang membutuhkan oksigen yang banyak atau tinggi. Ikan mas saja, katanya, harus dipelihara dalam media berair yang bersirkulasi tinggi.

Ikan koi membutuhkan oksigen yang cukup, tidak seperti ikan mas, ikan sepat, dan nila. Ketiga jenis ikan tersebut memiliki toleransi oksigen yang rendah, jelas peneliti yang merupakan dokter di Aquatic Resource Management ini. , Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat.

Kepadatan kolam Ikan Koi

Kepadatan spasial habitat ikan koi sangat menentukan. Ikan koi yang hidup di kolam sempit membutuhkan lebih banyak difusi oksigen.

Semakin padat habitat ikan koi maka semakin leluasa ikan tersebut mendapatkan oksigen. Sebaliknya, ikan koi yang lebih padat membutuhkan lebih banyak oksigen.

Genset

Bagi pembudidaya ikan koi, mereka menyiapkan genset jika listrik padam. Sedangkan bagi penyuka ikan koi, ada yang tidak menyediakan genset karena tidak diperuntukkan untuk tujuan komersial.

Hobi mengandalkan listrik untuk membangun pasokan oksigen di habitat ikan koi.

Ikan koi butuh oksigen tinggi, jadi kalau kemarin kecelakaan (listrik jawa padam) banyak yang mati. Makanya butuh genset, ucapnya. Hanya bertahan satu jam

Ikan koi memiliki ambang batas untuk hidup tanpa catu daya. Haryono Boyak mengatakan, tanpa aliran listrik, ikan koi setidaknya berumur satu jam.

Pada prinsipnya, semakin lama mati listrik, semakin rendah peluang untuk bertahan hidup. Selain itu, tergantung kepadatan habitat ikan koi.

Aliran air di dalam Kolam

Aliran air sangat dibutuhkan di habitat ikan koi untuk membentuk oksigen. Haryono Boyak menuturkan, semakin berat airnya, semakin membuat ikan koi bertahan.

Karena aliran air berfungsi untuk meredakan atau memasukkan oksigen ke dalam air.

 Perhatikan kualitas air Ikan Koi dengan ppm

Untuk membuat oksigen tinggi di dalam air, paling tidak pastikan oksigen terlarut di dalam air di atas 5ppm.

Ikan air tawar biasanya hidup di perairan dengan kadar oksigen terlarut 4 ppm. Ikan koi dapat hidup dalam kondisi ini tetapi belum optimal. Oksigen terlarut setidaknya harus 6-7 ppm. Karena kurang dari 5 ppm hanya bisa hidup bertahan.

Kurang dari 4 ppm sangat riskan, ada batasannya, lebih tinggi dari 5 ppm, kata Haryono Boyak.